Merasakan Nuansa Klasik Kolonial di Hotel Majapahit Surabaya yang Bersejarah
Surabaya itu panas, sibuk, dan identik dengan kemacetan khas kota metropolitan. Sebagai pusat bisnis di Jawa Timur, kota ini bergerak dengan ritme yang sangat cepat. Tapi, tahukah kamu kalau di tengah hiruk-pikuk Jalan Tunjungan, ada sebuah "mesin waktu" yang bisa membawa kita kembali ke era Hindia Belanda?
Ya, kita sedang membicarakan Hotel Majapahit Surabaya.
Bagi kamu yang hobi traveling, penikmat sejarah, atau sekadar mencari tempat staycation yang beda dari biasanya, Hotel Majapahit bukan sekadar tempat untuk tidur. Menginap di sini adalah sebuah pengalaman immersif. Berjalan di lorong-lorongnya seolah membuat kita mendengarkan bisikan masa lalu. Dari kemegahan arsitektur hingga kisah kepahlawanan yang bikin merinding, hotel ini punya segalanya.
Artikel ini bukan sekadar review biasa. Kita akan bedah tuntas pengalaman menginap di sini, sejarahnya, sudut-sudut rahasia untuk foto, hingga tips agar liburanmu di sini makin maksimal. Siapkan kopimu, dan mari kita mulai perjalanan melintasi waktu ini.
Sejarah Singkat yang Bikin Merinding (Tapi Keren)
Sebelum kita bahas soal empuknya kasur atau enaknya sarapan di sini, kita wajib bahas sejarahnya. Karena, tanpa sejarah, Hotel Majapahit hanyalah sekadar bangunan tua. Sejarah inilah yang memberikan "nyawa" pada setiap sudut gedungnya.
Dari Oranje Hotel ke Tangan Sarkies Bersaudara
Hotel ini dibangun pada tahun 1910 oleh Sarkies Bersaudara (Sarkies Brothers), keluarga asal Armenia yang memang legendaris di industri perhotelan Asia Tenggara. Kalau kamu tahu Raffles Hotel di Singapura atau Eastern & Oriental (E&O) Hotel di Penang, nah, mereka adalah orang-orang di balik mahakarya tersebut.
Awalnya, hotel ini diberi nama Hotel Oranje. Pada masa itu, hotel ini menjadi simbol status sosial kaum elite Eropa, pejabat kolonial, dan pengusaha kaya yang singgah di Surabaya. Charlie Chaplin, komedian legendaris dunia itu, bahkan pernah menginap di sini pada tahun 1932! Bayangkan betapa prestisiusnya tempat ini sejak seabad yang lalu.
Insiden Perobekan Bendera (The Yamato Incident)
Pada masa pendudukan Jepang, nama hotel ini diubah menjadi Hotel Yamato. Di sinilah terjadi salah satu peristiwa paling heroik dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.
Pada 19 September 1945, sekelompok pemuda Surabaya (Arek-arek Suroboyo) marah besar melihat bendera Belanda (Merah-Putih-Biru) dikibarkan tanpa izin di tiang bendera hotel. Dalam sebuah aksi yang sangat berani dan menegangkan, pemuda bernama Hariyono dan Koesno Wibowo memanjat atap hotel, merobek bagian warna biru dari bendera tersebut, dan mengibarkannya kembali sebagai bendera Merah Putih.
Saat ini, tiang bendera bersejarah itu masih berdiri kokoh di bagian depan hotel. Kalau kamu berdiri di bawahnya, rasanya merinding membayangkan keberanian para pemuda saat itu di bawah ancaman senjata. Ini adalah wisata sejarah Surabaya yang nggak akan kamu temukan di buku teks mana pun, karna kamu bisa melihat dan menyentuh lokasinya langsung.
Arsitektur dan Desain Eksterior: Time Travel ke Era Hindia Belanda
Begitu kamu melangkah masuk dari Jalan Tunjungan yang bising, suasna langsung berubah drastis. Hotel Majapahit menggunakan perpaduan gaya Art Nouveau dan Art Deco yang sangat populer di awal abad ke-20.
Fasad Klasik dan Taman Tropis yang Iconic
Eksterior hotel ini didominasi warna putih bersih dengan pilar-pilar besar yang memancarkan aura kemegahan. Jendelanya tinggi-tinggi dengan kisi-kisi kayu khas bangunan kolonial yang dirancang khusus untuk sirkulasi udara di iklim tropis.
Tapi, bintang utamanya adalah taman-taman (courtyards) di dalam area hotel. Ada beberapa taman besar yang dikelilingi oleh lorong-lorong kamar. Rumputnya dipangkas rapi, pohon-pohon palem berjejer elegan, dan ada air mancur kecil yang suaranya bikin pikiran jadi rileks bnaget. Lorong-lorong ini dilengkapi dengan lantai teraso asli dan lampu-lampu gantung antik. Kalau kamu suka fotografi, setiap meter di tempat ini adalah spot foto yang Instagramable.
Jujur saja, berjalan di lorong ini pada malam hari mungkin terasa sedikit sunyi bagi sebagian orang, tapi sama sekali tidak menyeramkan. Justru, pencahayaan kuning yang temaram memberikan kesan romantis dan sangat eksklusif.
Mengintip Kamar dan Fasilitas Mewah (Review Jujur)
Mari kita masuk ke bagian yang paling ditunggu: kamarnya. Hotel Majapahit memiliki lebih dari 140 kamar, dan semuanya berkonsep suite atau kamar berukuran sangat besar. Jangan samakan dengan hotel modern yang ukurannya minimalis. Di sini, ruangannya benar-benar lega.
Classic Room vs Heritage Suite (Pilih Mana?)
Secara umum, ada beberapa tipe kamar, tapi yang paling populer adalah Classic Room dan Heritage Suite.
- Classic Room (Kamar Klasik): Meskipun ini adalah tipe paling basic, ukurannya sudah sekitar 44 meter persegi (sangat luas!). Lantainya menggunakan kayu jati asli yang mengilap, dengan karpet tebal di area tempat tidur. Kasurnya super nyaman dengan standar hotel bintang 5. Yang paling menarik adalah kamar mandinya. Mereka menggunakan bathtub dengan keran berlapis emas (atau setidaknya berwarna emas kuningan), marmer mewah, dan perlengkapan mandi premium.
- Heritage Suite: Kalau kamu punya budget lebih, Heritage Suite sangat saya rekomendasikan. Ada area ruang tamu terpisah dari kamar tidur. Furnitur di dalamnya benar-benar dipilih yang berdesain antik. Meja kerja kayu klasik, lampu tidur vintage, dan jendela besar yang langsung menghadap ke taman tropis.
Kelebihan Kamar:
- Sangat luas dan homey.
- Detail arsitekur dan furnitur benar-benar dipertahankan keasliannya.
- Plafon sangat tinggi, membuat kamar terasa sejuk dan sirkulasi udaranya sangat baik.
Kekurangan Kamar:
- Karena ini bangunan tua, colokan listrik mungkin tidak sebanyak dan se-strategis hotel modern. Kamu mungkin butuh kabel roll atau adaptor tambahan jika membawa banyak gadget.
- Wi-Fi di beberapa titik kamar yang dindingnya sangat tebal kadang sedikit melambat, meski secara umum masih cukup reliable untuk streaming.
Fasilitas Lain: Spa, Kolam Renang, dan Pusat Kebugaran
Jangan lewatkan kolam renangnya. Kolam renang di Hotel Majapahit bergaya klasik dengan ubin biru dan dikelilingi taman yang rimbun. Rasanya sperti berenang di mansion pribadi konglomerat zaman dulu.
Mereka juga punya Martha Tilaar Spa. Setelah seharian keliling Surabaya yang panas, pijat tradisional di sini adalah life-saver. Terapisnya sangat profesional dan ambiance spanya sangat menenangkan.
Pengalaman Kuliner di Hotel Majapahit: Wajib Coba!
Staycation nggak akan lengkap tanpa membahas makanan. Hotel Majapahit punya standar kuliner yang cukup tinggi dan legendaris.
Sarkies Seafood Restaurant
Kalau kamu menginap di sini (atau bahkan jika kamu cuma sekadar berkunjung), kamu wajib makan di Sarkies. Restoran Tiongkok ini dinamai dari para pendiri hotel. Desain interiornya bernuansa Oriental tahun 1930-an dengan perabotan kayu gelap dan ukiran indah.
Menu andalan mereka adalah Dim Sum (yang sering dibilang sebagai salah satu yang terbaik di Surabaya) dan Bebek Peking. Daging bebeknya lembut, kulitnya sangat crispy, dan disajikan langsung di depan meja kita oleh chef-nya. Harga makanannya memang berkelas premium, tapi rasanya benar-benar sepadan.
High Tea di Majapahit Lounge
Ingin merasakan gaya hidup meneer dan mevrouw Belanda zaman dulu? Cobalah paket High Tea di Majapahit Lounge. Disajikan setiap sore hari, kamu akan mendapatkan setumpuk pastry, scones hangat dengan clotted cream dan selai stroberi, berbagai sandwich gurih, dan pilihan teh premium.
Lounge-nya sendiri sangat elegan dengan sofa-sofa kulit yang nyaman, dan terkadang ada iringan musik piano langsung. Ini adalah momen yang pas untuk bersantai sambil ngobrol santai bersama pasangan atau teman.
Tips Menginap dan Menikmati Hotel Majapahit Secara Maksimal
Biar pengalamanmu nggak ada yang miss, perhatikan beberapa tips praktis berikut ini:
- Ikuti Hotel Tour (Wajib!): Hotel ini menyediakan Heritage Tour secara gratis bagi para tamu. Kamu akan diajak berkeliling oleh guide dari hotel yang akan menceritakan sejarah detail setiap sudut bangunan, termasuk melihat kamar tempat Charlie Chaplin menginap (Presidential Suite, kalau sedang kosong).
- Pilih Waktu yang Pas: Hindari musim hujan jika kamu ingin mendapatkan foto terbaik di taman outdoor-nya. Musim kemarau (sekitar Mei - September) adalah waktu terbaik karena langit Surabaya sedang cerah-cerahnya.
- Eksplorasi Jalan Tunjungan Malam Hari: Karena lokasinya tepat di pusat Jalan Tunjungan, sempatkan keluar hotel saat malam. Jalan Tunjungan kini sangat hidup dengan lampu-lampu cantik, musisi jalanan, dan banyak kedai kopi hits di sekitarnya.
- Dress Code: Bawa pakaian yang sedikit rapi jika kamu berencana dinner di Sarkies atau menikmati High Tea di Lounge. Kemeja santai atau smart casual akan membuatmu lebih menyatu dengan vibes elegan tempat ini.
Rekomendasi: Maksimalkan Jepretan Klasikmu!
Sayang banget kalau liburan ke tempat se-estetik ini tapi hasil fotonya biasa saja. Mencari angle yang pas di bangunan bersejarah dengan pencahayaan klasik kadang butuh skill ekstra. Buat kamu yang nggak mau ribet bawa kamera besar tapi pengen hasil jepretan smartphone rasa fotografer profesional, saya sangat merekomendasikan untuk upgrade sedikit skill kamu.
Saya merekomendasikan Kelas Fotografi Smartphone Travel oleh KELAS.WORK (atau platform serupa).
Kenapa saya rekomendasikan ini?
- Praktis: Kamu belajar cara main komposisi, angle, dan pencahayaan khusus bangunan arsitektur hanya menggunakan HP.
- Editing Cepat: Diajarkan cara editing menggunakan Lightroom Mobile agar nuansa vintage Hotel Majapahit makin keluar.
- Akses Seumur Hidup: Bisa ditonton sambil rebahan di kasur hotel sebelum kamu hunting foto besok paginya.
Kekurangan: Butuh waktu sekitar 1-2 jam untuk menyelesaikan materi dasarnya. Jadi, pastikan kamu belajarnya sebelum hari H liburan, ya!
Cek kelasnya di sini biar hasil foto staycation-mu makin outstanding:
👉 [AFFILIATE LINK PLACEHOLDER]
Kesimpulan: Apakah Worth It Staycation di Sini?
Singkat kata: Sangat Worth It. Hotel Majapahit Surabaya menawarkan sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang oleh hotel-hotel baru: Sejarah dan Karakter. Ya, bangunannya memang tua, dan mungkin fasilits teknologinya tidak secanggih hotel modern masa kini. Tapi, jiwa klasik, pelayanan yang luar biasa ramah, ukuran kamar yang super luas, dan pengalaman berjalan di tempat yang sama dengan para pahlawan kemerdekaan adalah sebuah kemewahan tersendiri.
Jika kamu mencari tempat untuk melarikan diri dari stres, menikmati kuliner lezat, dan mengapresiasi mahakarya arsitektur, Hotel Majapahit adalah destinasi yang wajib masuk bucket list kamu tahun ini.
Siap untuk time travel ke Surabaya era kolonial?

Posting Komentar untuk "Merasakan Nuansa Klasik Kolonial di Hotel Majapahit Surabaya yang Bersejarah"
Posting Komentar