Panduan Lengkap ke Candi Gedong Songo Naik Kendaraan Umum, Hemat!
Halo, Bestie! Lagi butuh healing tipis-tipis tapi bingung karena nggak ada kendaraan pribadi? Tenang aja, kamu nggak sendirian kok. Banyak banget traveler yang mikir kalau mau ke tempat wisata alam di Semarang terutama yang ada di dataran tinggi kayak Bandungan
itu wajib bawa mobil atau motor sendiri. Padahal, realitanya nggak selalu begitu, lho.
Salah satu destinasi favorit yang sering jadi pertanyaan adalah Candi Gedong Songo. Kompleks candi yang super estetik dengan pemandangan Gunung Ungaran ini emang juara banget buat ngadem. Udaranya sejuk, pemandangannya hijau, dan pastinya instagramable.
Nah, kabar baiknya, cara menuju Candi Gedong Songo naik kendaraan umum itu sangat memungkinkan dan justru bisa jadi petualangan seru yang hemat biaya. Buat kamu yang backpacker-an atau sekadar lagi pengen mode hemat, artikel ini bakal jadi panduan lengkap buat kamu. Siapin catatan ya, kita bakal bedah rutenya satu per satu!
Kenapa Sih Harus Coba Naik Kendaraan Umum?
Mungkin kamu mikir, "Duh, ribet nggak sih oper-oper angkot?" Eits, tunggu dulu. Ada seninya tersendiri lho naik transportasi umum ke daerah pegunungan.
- Lebih Hemat Budget: Jelas banget, biaya bensin dan sewa mobil sekarang lagi mahal-mahalnya. Naik bus atau angkot jauh lebih ramah di kantong.
- Nggak Capek Nyetir: Jalur ke Bandungan itu menanjak dan kadang macet parah pas weekend. Dengan duduk manis di angkutan umum, kamu tinggal nikmatin pemandangan tanpa stres mikirin rem tangan.
- Interaksi Lokal: Kamu bisa ngobrol sama warga lokal di angkot. Kadang mereka punya rekomendasi kuliner tersembunyi yang nggak ada di Google!
Persiapan Sebelum Berangkat
Sebelum kita masuk ke teknis rute, ada beberapa hal yang wajib kamu siapin biar perjalanan lancar jaya:
- Uang Tunai (Cash is King!): Ini penting banget. Angkot di daerah Bandungan dan ojek pangkalan jarang yang punya QRIS. Siapin uang receh pecahan 5.000, 10.000, dan 20.000.
- Jaket Tebal: Gedong Songo itu dingin, Bestie. Jangan sampai masuk angin pas lagi asyik foto-foto.
- Datang Pagi: Transportasi umum di daerah kabupaten biasanya makin sore makin jarang. Usahakan berangkat dari Semarang kota maksimal jam 08.00 atau 09.00 pagi.
Rute Utama: Dari Pusat Kota Semarang
Oke, kita masuk ke dagingnya. Kalau kamu start dari pusat kota Semarang (Simpang Lima, Tugu Muda, atau Stasiun Poncol/Tawang), rute paling enak dan nyaman adalah memanfaatkan Bus Trans Jateng.
Langkah 1: Cari Halte Trans Jateng
Pertama, kamu harus naik Bus Trans Jateng koridor Semarang – Bawen. Bus ini warnanya merah, beda sama Trans Semarang yang biru ya. Kamu bisa naik dari halte-halte besar di sepanjang jalan protokol.
Kenapa Trans Jateng? Karena busnya nyaman, ber-AC, dan tarifnya murah meriah (sekitar Rp4.000 untuk umum, dan Rp2.000 untuk pelajar/buruh).
Langkah 2: Turun di Terminal Bawen atau Simpang Pauline
Tujuan kamu selanjutnya adalah mendekat ke area Ambarawa atau Bandungan. Kamu punya dua opsi pemberhentian:
- Opsi A (Terminal Bawen): Ini adalah pemberhentian terakhir. Dari sini, akses angkutan ke berbagai jurusan lebih banyak.
- Opsi B (Simpang Pauline/Lemah Abang): Kalau kamu mau motong jalan dikit, bisa turun di daerah Lemah Abang atau pertigaan Pauline Ambarawa. Tapi buat pemula, saya saranin ke Terminal Bawen aja biar nggak bingung.
Note kecil: Kadang bus penuh pas jam pulang kerja, jadi sabar-sabar ya kalau harus berdiri.
Rute Alternatif: Dari Luar Kota (Solo/Jogja)
Buat kamu yang datang dari arah Solo atau Jogja, caranya lebih simpel lagi.
- Naik Bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) jurusan Semarang. Hampir semua bus jurusan Surabaya-Semarang atau Solo-Semarang pasti lewat Bawen.
- Bilang sama kondekturnya, "Pak, turun Terminal Bawen."
- Udah deh, kamu sampai di titik kumpul yang sama dengan rute dari Semarang tadi.
The Real Adventure: Dari Bawen ke Gedong Songo
Nah, di sini petualangan sesungguhnya dimulai. Dari Terminal Bawen, kamu belum sampai di lokasi, jaraknya masih lumayan jauh menanjak ke atas. Berikut langkah-langkahnya:
1. Cari Angkot Jurusan Bandungan
Di Terminal Bawen, cari angkot (biasanya warna kuning atau biru muda, tanya aja sama petugas dishub di sana) yang menuju ke Pasar Bandungan.
- Estimasi Biaya: Rp10.000 - Rp15.000 per orang (tergantung skill tawar-menawar dan situasi).
- Durasi: Sekitar 30-45 menit karena jalanan menanjak.
Di sepanjang jalan ini, mata kamu bakal dimanjain sama pemandangan hijau dan udara yang makin lama makin sejuk. Rasanya fresh banget!
2. Transit di Pasar Bandungan
Pasar Bandungan adalah pusat keramaian. Di sini surganya oleh-oleh, mulai dari tahu serasi, kelengkeng, sampai tanaman hias. Angkot biasanya cuma nganter sampai terminal kecil di dekat pasar ini.
Dari Pasar Bandungan ke pintu gerbang Candi Gedong Songo jaraknya masih sekitar 3-4 kilometer lagi. Jalannya nanjak terus dan lumayan curam.
3. Opsi Terakhir: Ojek atau Angkot Khusus
Di sini kamu harus milih transportasi untuk last mile:
- Naik Ojek Pangkalan: Ini opsi paling cepat dan praktis. Banyak banget tukang ojek yang mangkal di sekitar pasar.
- Tarif: Biasanya sekitar Rp20.000 - Rp30.000 sekali jalan. Bisa ditawar dikit kok, asal sopan.
- Naik Angkot Jurusan Sumowono: Ada angkot yang lewat jalur depan Candi Gedong Songo (jurusan ke arah Sumowono/Temanggung). Tapi, kamu harus tanya dulu ke sopirnya, "Pak, lewat gerbang Gedong Songo nggak?". Dan perlu diingat, angkot ini kadang ngetem-nya (menungu penumpang) lumayan lama. Kalau kamu lagi buru-buru, mending skip opsi ini.
Setelah naik ojek atau angkot terakhir ini, kamu bakal diturunkan tepat di depan loket masuk kawasan Candi Gedong Songo. Welcome to paradise!
Estimasi Total Biaya Transportasi (Pulang-Pergi)
Biar kamu bisa budgeting, nih aku buatin hitungan kasarnya per orang (asumsi dari Semarang):
- Trans Jateng (PP): Rp4.000 x 2 = Rp8.000
- Angkot Bawen - Bandungan (PP): Rp15.000 x 2 = Rp30.000
- Ojek Pasar - Candi (PP): Rp25.000 x 2 = Rp50.000 (Kalau jalan kaki turunnya, bisa lebih hemat!)
Total Estimasi Transport: Rp88.000
Masih di bawah seratus ribu kan? Jauh lebih murah dibanding sewa mobil yang bisa kena 300-500 ribu sehari plus bensin. Sisa duitnya bisa buat beli cilok atau sewa kuda di atas nanti!
Tips Penting Biar Nggak Boncos & Nyasar
Supaya perjalanan kamu makin mulus dan minim drama, perhatiin tips insider ini ya:
1. Jangan Pulang Kesorean
Ini serius. Angkutan umum dari Bandungan ke bawah (Bawen/Semarang) mulai susah dicari kalau udah lewat jam 5 sore. Kabut juga sering turun cepet banget. Usahakan jam 3 sore udah mulai turun dari candi menuju Pasar Bandungan.
2. Cek Aplikasi Maps Offline
Sinyal di atas kadang suka ilang-ilangan. Mending download area Semarang di Google Maps biar bisa diakses offline. Jadi kamu tau posisi kamu udah deket atau belum.
3. Bawa Bekal Air Minum
Harga air mineral di area wisata pastinya lebih mahal. Bawa tumblr sendiri dari rumah, selain hemat, juga bantu kurangi sampah plastik di gunung, kan?
4. Hati-hati Scam Harga
Walaupun warga lokal ramah-ramah, kadang ada oknum ojek yang nembak harga buat turis. Tanyain harga di awal sebelum naik motornya. Deal-dealan harus jelas biar nggak kaget pas bayar.
Apa yang Bisa Dilakukan di Gedong Songo?
Udah capek-capek naik angkot, emang worth it? Banget! Selain liat candi, ada banyak aktivitas seru:
- Ayana Gedong Songo: Spot foto kekinian yang ada di dalem kompleks. Bayar tiket terpisah, tapi feed Instagram kamu bakal cakep parah.
- Pemandian Air Panas: Ada kolam air panas belerang alami. Enak banget buat ngerendem kaki yang pegel abis nanjak.
- Naik Kuda: Kalau males jalan kaki dari Candi 1 ke Candi 9 (iya, candinya nyebar di bukit), sewa kuda adalah solusi para sultan. Harganya bervariasi tergantung jarak.
Kesimpulan
Gimana? Ternyata cara menuju Candi Gedong Songo naik kendaraan umum nggak serem-serem amat kan? Kuncinya cuma satu: berani tanya.
Orang Semarang dan sekitarnya itu terkenal grapyak (ramah). Kalau kamu bingung di Terminal Bawen atau Pasar Bandungan, tanya aja, "Pak/Bu, angkot ke Gedong Songo yang mana ya?". Pasti ditunjukin tampat nya.
Perjalanan dengan transportasi umum emang butuh effort lebih dibanding bawa mobil sendiri. Tapi percaya deh, kenangannya bakal beda. Ada rasa puas tersendiri pas akhirnya bisa nyampe di puncak candi setelah oper-oper angkot. Rasanya kayak menaklukan tantangan!
Jadi, kapan nih mau agendain healing ke Gedong Songo? Yuk, siapin ransel kamu dan berangkat weekend ini! Jangan lupa share artikel ini ke temen jalan kamu biar mereka nggak alesan "nggak ada motor" lagi ya. Happy traveling!

Posting Komentar untuk "Panduan Lengkap ke Candi Gedong Songo Naik Kendaraan Umum, Hemat!"
Posting Komentar